20.3.09

ANDIKA

Di..Dika…kenapa tidak ke rumah sakit?” tanya Shinta lirih.

Dika mengangkat wajah. Dahinya berkerut saat melihat Shinta tiba-tiba berdiri di sana. Pandangannya mengedar memastikan tidak ada orang lain di tempat itu. Nafasnya terhela pendek.

Buat apa? Toh begitu sembuh akan ada luka baru lagi.” Jawabnya tenang. Dia melumuri kapas dengan alkohol lalu mengusap daerah sekitar lukanya. Setelah itu diambilnya betadin dari dalam tas serta mempersiapkan perban baru.

13.3.09

OPERASI

Tujuh November dua ribu delapan atau tiga bulan sejak rasa ngilu gigi bungsu sebelah bawah bagian kiri lebih sering mengusikku tanpa kenal waktu. Tiga bulan lalu hanya senut-senut sesaat dan hilang sebelum pil sakti dari dokter Dion kutelan. Keempat gigi bungsuku memang bermasalah dengan akar yang tumbuh bengkok sana-sini. Itulah yang kulihat dari foto rotgen setahun lalu. Untuk merekalah aku harus bolak-balik Panti Rapih sepulang kantor pada hari Jumat.

6.3.09

MENCARI STELLA

Karissa sempat menjadi TKI selama setahun di rumah seorang warga Singapura yang judes bukan main. Suami-istri yang tiap hari hanya beradu mulut dan jika sudah memuncak guci-guci dan lukisan mahal pun jadi pelampiasan terakhir. Karisa sempat menjadi korban karena keberadaannya di waktu yang tidak tepat. Kakinya mendapat sepuluh jahitan.