20.2.09

HARI BURUK DARA

Seorang pria berjas putih keluar dari ruang UGD. Eno segera menghampirinya dan berbicara sesuatu padanya. Sang dokter memandangku lalu menghampiriku. Dimintanya agar aku ikut ke ruangannya. Dengan patuh aku mengikutinya. Eno menggandeng tanganku dan Baim masih menunggu di depan ruang UGD.

Kami masuk ke ruangan dokter Rainhard yang sejuk dan berbau alkohol yang tajam.

Kalian orngtuanya?” tanya sang dokter.

Saya ibunya. Anak saya keadaannya bagaimana?” tanyaku tanpa basa-basi.

0 komentar: