DEWI KAYANGAN
Andrea menalikan sepatu kets loreng-lorengnya baik-baik dari yang kanan lalu sebelah kiri. Sisa tali yang cukup panjang diselipkan ke dalam sepatu ringan buatan salah satu produsen sepatu Australia terkenal. Tubuh langsingnya beranjak dari kursi rotan tua bersuara khas kriut-kriut seakan tak kuat menahan beban. Kukuruyuuuk! Untuk kesekian kalinya si Panji si ayam jago peliharaan tante Fani berkokok senyaring alaram HP. Andrea menepiskan debu-debu tipis yang menempel di bagian belakang celana training biru toskanya. Resleting jaket Adidas pun dinaikkan sampai setengah dada sebab udara tidak begitu dingin di luar sana. Baru satu langkah menuju pintu kayu jati yang reyot dan dipenuhi stiker, suara Tante Fani terdengar jelas dari dapur, sebuah ruangan kecil sederhana tapi begitu terpelihara.
“Dre, ingat lho jangan ke sungai!” serunya.
