28.11.08

DEWI KAYANGAN

Andrea menalikan sepatu kets loreng-lorengnya baik-baik dari yang kanan lalu sebelah kiri. Sisa tali yang cukup panjang diselipkan ke dalam sepatu ringan buatan salah satu produsen sepatu Australia terkenal. Tubuh langsingnya beranjak dari kursi rotan tua bersuara khas kriut-kriut seakan tak kuat menahan beban. Kukuruyuuuk! Untuk kesekian kalinya si Panji si ayam jago peliharaan tante Fani berkokok senyaring alaram HP. Andrea menepiskan debu-debu tipis yang menempel di bagian belakang celana training biru toskanya. Resleting jaket Adidas pun dinaikkan sampai setengah dada sebab udara tidak begitu dingin di luar sana. Baru satu langkah menuju pintu kayu jati yang reyot dan dipenuhi stiker, suara Tante Fani terdengar jelas dari dapur, sebuah ruangan kecil sederhana tapi begitu terpelihara.

“Dre, ingat lho jangan ke sungai!” serunya.

21.11.08

LUNA DAN MIKE THIS WEEK

INT. RUANG KERJA MIKE-PAGI
Pintu diketuk dari luar. Mike mengangkat pandangan dari kertas-kertas yang berserakan di atas meja.

MIKE
Masuk!

Petugas membuka pintu, memberi hormat menurunkan tangan.

PETUGAS
Detektif Luna sudah datang, Pak!

Petugas menggeser badannya yang gempal agar Luna bisa terlihat oleh Mike.

Mike berdiri lalu berbicara pada petugas

MIKE
Kembali ke tempat.

PETUGAS
Siap, Pak!


JUST JEALOUS THIS WEEK

EXT. JALANAN - PAGI
Rani menyalip mobil Udin lalu menyalakan lampu belok kemudian memasuki halaman parkir sebuah coffeshop yang dari luar nampak masih sepi. Udin mengikuti dari belakang.

CUT TO:

14.11.08

REUNI THIS WEEK

Setelah ruang tengah adalah dua ruang yang dibuat jadi satu. Dapur dan ruang makan. Ada sebuah meja bundar dari marmer dikelilingi 3 kursi yang dipasangi busa pada dudukan dan juga sandaran. Di atas meja ada tudung saji besar yang menyembunyikan masakan sang ibu dari gangguang lalat. Tanpa mengangkat tudung dia tahu apa yang dimasak ibu tadi siang. Pasti sup. Aromanya khas. Wangi daun seledrinya tercium dari jauh oleh hidungnya yang tajam.

Xandra berbelok ke kanan melewati kamar yang tertutup rapat.

Mam, lagi ngapain?” tanya Sandra sambil lalu. Dia terus berjalan menuju kamarnya di pojok. Dia mendorong pegangan pintu ke bawah dan terbuka dengan mudah. Xandra melangkah masuk dengan kaki masih terbungkus kaus kaki.

Sayang, kamu kok ga bales SMS Mama?” tanya Andari seraya membuka pintu kamar dan merapikan dasternya. Dia berjalan ke kamar putri tunggalnya dengan HP di tangan kiri. Ketika sampai di ambang pintu kamar Xandra dia menyenderkan tubuh.

Abis pulsa, mam. Lagipula Mama kan ga pasti juga lewat depan kantor Xandra.” Jawab Xandra yang sedang mengatur suhu AC dengan remote. Setelah itu dia melepas kaus kaki dan melemparkannya ke dalam tempat pakaian kotor di dalam kamar mandinya. Andari melepaskan blazer putrinya lalu hendak menggantungkannya.

RALVINZA THIS WEEK

Odie yang bekerja sebagai editor di tempat yang sama menghela nafas. Mereka berdua sama-sama sibuk. Jatah cuti mereka pun sudah habis. Dia menatap mata kekasihnya dalam-dalam. Sudah empat tahun dia memacari Ralvinza. Hubungan yang mulus dan tak pernah ada ribut-ribut atau masalah besar. Semuanya berjalan lurus-lurus saja.




7.11.08

RALVINZA PAGE 4

Hari Senin pagi Ralvinza masuk kantor. Dia siap diterjunkan meliput berita perampokan di sebuah bank swasta. Dia segera meluncur ke lokasi dengan mengendarai sepeda motor yang lebih mudah mencapai lokasi. Dengan gesit dia menyalip kendaraan roda empat yang terjebak kemacetan. Dia tidak boleh sampai tertinggal meliput berita meskipun berita kriminal serupa hampir tiap 2 minggu terjadi.




REUNI PAGE 4

Dari jauh dia sudah melihat rumah yang berpagar besi tinggi berwarna hijau muda. Paling mencolok di antara rumah-rumah lainnya. Ada kotak surat seperti di film-film asing di depan pagar. Di badan kotak surat serta pagar tercantum nomer rumah, 15E. Di sanalah Xandra tinggal bersama ibu dan neneknya.

Pintu pagar didorongnya dengan mudah lalu mengeluarkan suara khas dan dikenali oleh orang-orang rumah. Xandra memasuki halaman yang dilapis konblok sampai ke depan pintu masuk. Terdengar suara kunci pintu dibuka dari dalam. Muncul sang nenek yang terlihat masih segar bugar.